
Metro - Suasana antusias tampak mewarnai pelaksanaan Basic Listening 2025 bagi mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Metro. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/10) di Oxford Room Lembaga Bahasa ini diikuti oleh 40 peserta dari kelompok pertama Prodi Hukum.
Kelas dipandu oleh dua tutor, Sister Merrisa dan Brother Azzam, yang menghadirkan suasana pembelajaran aktif dan interaktif. Sejak sesi awal, mahasiswa terlihat fokus dan bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini berfokus pada noun dan verb, dua komponen dasar dalam tata bahasa Inggris yang menjadi fondasi penting untuk memahami struktur kalimat dalam kegiatan listening.
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas ketika sesi latihan dan pemaparan materi berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan audio dengan seksama, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan kata benda dan kata kerja dalam konteks percakapan bahasa Inggris.
“Mahasiswanya sangat aktif, kritis, dan berani bertanya sangat mencerminkan karakter khas Prodi Hukum,” ujar Merrisa, tutor kelas Basic Listening, usai kegiatan berlangsung.
Program Basic Listening sendiri merupakan agenda tahunan yang digagas oleh Lembaga Bahasa UM Metro sebagai bentuk pembekalan kemampuan bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa lintas program studi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kemampuan mendengarkan, memperluas kosakata, serta memahami konteks bahasa secara lebih mendalam.
Kelas bagi Prodi Hukum menjadi salah satu sesi yang mencuri perhatian, tidak hanya karena jumlah pesertanya yang cukup banyak, tetapi juga karena partisipasi aktif dan semangat belajar yang tinggi. Keaktifan mahasiswa dalam menanggapi materi menunjukkan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, terutama dalam konteks akademik.
Dengan semangat tersebut, Lembaga Bahasa optimistis bahwa pelaksanaan Basic Listening 2025 akan terus berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro.
